Palembang – Capaian demokrasi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan tren yang sangat positif. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Dr. Drs. H. Edward Candra, mengungkapkan bahwa Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Sumsel tahun 2024 berhasil menyentuh angka 82,71, yang menempatkan Sumsel dalam kategori "Baik".
Hal tersebut disampaikan Edward Candra saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengukuran IDI Provinsi Sumsel Tahun 2025 yang digelar di Auditorium Bina Praja, Rabu (11/2/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa IDI bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen vital yang dikembangkan pemerintah untuk memotret realitas kualitas demokrasi di lapangan.
"Capaian 82,71 ini adalah hasil yang menggembirakan. IDI menjadi cerminan bagaimana kondisi kebebasan sipil, pemenuhan hak-hak politik, serta sejauh mana kinerja lembaga demokrasi kita berjalan di Sumatera Selatan," ujar Edward.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa IDI berfungsi sebagai alat evaluasi strategis bagi pemerintah daerah. Melalui pengukuran ini, pemerintah dapat mengidentifikasi aspek mana yang sudah kuat dan area mana yang masih memerlukan penguatan demi menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan inklusif.
FGD ini diharapkan dapat menjadi wadah sinkronisasi data dan persepsi antar stakeholder untuk mempersiapkan pengukuran IDI tahun 2025. Dengan kategori "Baik" yang sudah diraih, Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dan partisipasi publik sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
"Data yang akurat dalam FGD ini akan menjadi fondasi kita untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi di tahun-tahun mendatang," pungkasnya.