Gubernur Herman Deru dan Sekda Sumsel Ajak ASN serta Masyarakat Optimalkan Zakat melalui BAZNAS

Senin, 16 Maret 2026

Palembang. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan  mempertegas komitmennya dalam penguatan ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan melalui instrumen zakat.

Hal ini ditandai dengan langkah nyata Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang secara resmi menunaikan kewajiban zakat fitrah dan menyalurkan infaknya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumsel.  Gubernur Herman Deru menghimbau seluruh masyarakat Muslim di Sumatera Selatan untuk tidak ragu menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi negara.

"Penyaluran melalui BAZNAS adalah langkah tepat karena dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Ini bukan sekadar ibadah, tapi instrumen penting bagi pemerintah dalam membantu pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumsel," ujarnya.

Senada dengan arahan Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Candra, M.H, secara administratif menginstruksikan seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumsel untuk mengonsolidasikan penyaluran ZIS mereka ke BAZNAS Sumsel.  Edward juga menunaikan pembayaran zakat, infaq dan shodaqoh di Baznas, Senin (16/03/2026).

Sekda didampingi Ketua Baznas Sumsel H. Darani, Kepala Bapenda H. Achmad Rizwan, Karo Kesra H. Sunarto dan Ketua Dewan Pengawas H. akhmad Najib.

Edward menegaskan bahwa potensi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi sangat besar. Jika dihimpun secara optimal, dana tersebut akan menjadi motor penggerak berbagai program strategis yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat luas.

"Zakat adalah jembatan kepedulian sosial. Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS, kita ingin memastikan dana yang terkumpul dialokasikan pada program pemberdayaan yang nyata, seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi umat," jelas Edward Candra.

Dengan tata kelola yang akuntabel, diharapkan gerakan zakat di Sumatera Selatan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan.