Bukan Cuma Kritik, Gubernur Sumsel Ajak Mahasiswa Cipayung Plus Terjun Langsung Masuk Satgas Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026

Palembang. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi kalangan akademisi dan gerakan mahasiswa dalam menangani ancaman Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Gubernur Sumsel H. Herman Deru secara langsung mengajak Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Mahasiswa Cipayung Plus untuk terlibat aktif dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Sumsel.


Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi dan silaturahmi perwakilan Mahasiswa Cipayung Plus Sumsel di Ruang Rapat Bina Praja, Kantor Gubernur Sumsel, Senin (24/8/2026).


Dalam pertemuan yang turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Gubernur mengapresiasi kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di Sumsel, khususnya pada ancaman musim kemarau.


"Saya bangga sekali dengan perhatian adik-adik Cipayung Plus. Pemprov Sumsel butuh masukan dari semua pihak agar langkah pencegahan dan penanggulangan ini tidak sia-sia. Apalagi ada 10 kabupaten yang memiliki potensi kebakaran dari skala ringan hingga berat," ujar Herman Deru.


Gubernur juga mengundang perwakilan Cipayung Plus untuk memonitor dan bergabung secara langsung di posko komando satgas agar aksi mitigasi berjalan lebih maksimal dan komprehensif.


Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel, Dr. M. Iqbal Alisyahbana, S.STP., M.M., memaparkan bahwa langkah penanganan Karhutla di Sumsel terus dilakukan secara terpadu melalui strategi promotif, preventif, hingga rehabilitatif.


Ia menenrangkan Cakupan Penanganan Karhutla Sumsel (1 Januari – 23 Agustus 2026) dengan rincian Total Kejadian: 1.723 kejadian karhutla terdeteksi, Kondisi Terkini (Per 23 Agustus) ada sebanyak 53 titik kejadian tersebar di 13 kabupaten/kota.

“ada sebanyak 1.101 posko Karhutla telah didirikan dan sebanyak 11.026 personel gabungan disiagakan. Ia melanjutkan berbagai aksi tengah dilakukan diantaranya Pemadaman darat, water bombing, pemantauan udara, pendinginan/pembahasan lahan, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)”ungkapnya

 

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumsel, Syaidina Ali, mewakili rombongan Cipayung Plus menyambut baik keterbukaan Pemprov Sumsel. Ia menegaskan bahwa mahasiswa hadir tidak hanya untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga membawa solusi dan aksi nyata.


"Tuntutan kami lahir dari kekhawatiran atas meningkatnya risiko pasien ISPA serta terganggunya aktivitas persekolahan anak-anak akibat asap Karhutla. Kami di Cipayung Plus sepakat untuk tidak sekadar memprotes, tapi siap bersinergi membantu mitigasi bencana di lapangan," tegas Syaidina Ali.


Diskusi berjalan aktif dengan dijelaskannya berbagai aksi serta penanganan yang komprehensif oleh pemprov sumsel di tengah kebakaran hutan dan lahan yang saat ini terjadi disumsel.

Turut hadir Para Kepala OPD Sumsel.